Sembilan bulan telah gue lalui
tanpa kejombloan yang 3 tahun lebih sebelumnya gue sandang. Gue ngerasa senang
punya seseorang tempat berbagi, tempat mencurahkan perasaan gue seutuhnya,
dialah Usih Aisyah, sosok seorang wanita anggun yang sangat gue cintai, dan
sangat gue sayangi.
Kehadirannya jelas bikin
kehidupan gue menjadi berubah, ya berubah jadi power ranger, ehh bukan
sepertinya ultraman, bukan-bukan sepertinya satria baja hitam. Ahh ngelantur,,,
ya yang jelas hadirnya bikin hidup gue berubah, banyak hal lain yang bisa gue
lakuin dengan kehadirannya di hidup gue.
Yang tadinya gue jomblo jelas
sekarang gue punya pacar, yaitu dia, yang tadinya gue sering berdoa minta hujan
di malam minggu sekarang gue sering berdoa untuk kebahagiaan kami di setiap
malam, yang tadinya gue sering nangis ngenang mantan di pojokan pas malam
minggu, sekarang gue jadi sering nangis di malam hari setelah tahajud buat
doain kebahagiaan dan kelanggengan hubungan kami (lebay banget ya???
Hahahhaha), yang tadinya suka mainin hape buka media social scrool tutup-scrool
tutup doang sekarang gue jadi sering
main di media social bareng dia, yang tadinya hape gue sepi sekarang jadi
sering bunyi, tiap hari gue lalui bareng chat atau telpon dari dia, kadang juga
ketemu, yang jelas hadirnya dia membuat kehidupan gue jadi lebih istimewa, jadi
lebih indah dan berwarna. Buat kamu makasih sudah selalu hadir dan memberikan
cinta dalam hidup gue.
Kebahagiaan gue bareng dia bukan berarti tanpa rintangan, banyak rintangan yang harus di lalui. Kadang kita berantem sampai enggan untuk saling bicara, kadang kita berantem sampai si dia nangis tanpa suara, kadang kita berantem gara-gara salah paham, kadang kita cemburu buta hanya sebuah hal yang belum tentu jelas, kadang juga keluar kata pisah dari dia, tapi kita tetap selalu bisa kembali dan bertahan. Yang jelas dibalik itu semua gue sayang banget sama si dia.
Sembilan bulan bareng dia, gue
jadi lebih bisa mengenal dia. Iya….. gue jadi lebih ngenal sifatnya, manjanya,
amarahnya, dan banyak hal yang gue pahami dari dia. Kita jadi ga jaim kayak
dulu, ga ada malu-malu diantara kami, jalan bareng gandengan tangan, makan
bareng, becanda bareng atau kadang kentut bareng (maksudnya apa ini?? Kentut berjamaah
gitu?? Ahahah, becanda)
Akhir-akhir ini gue sama dia jadi
lebih deket, kita sering ketemu, bahkan gue dikenalin sama nyokap, bokap, dan
keluarganya. Dan jujur gue berharap banyak sama dia, gue berharap dia adalah
calon ibu dari anak-anak gue kelak (cie elah khayalan gue keluar, tapi ya
semoga takdir Tuhan demikian, amin).
Dan Sembilan bulan bareng dia,
bikin gue takut kehilangan cintanya (bagi gue lebih baik kehilangan ingatan
daripada harus kehilangan dia), maklum rasa sayang gue udah dalam banget sama
dia (sedalam silet,, eh maksudnya sedalam apa gitu??? Pokoknya sedalam apa aja,
yang penting bisa gambarin dalamnya
perasaan ke dia), tapi gara-gara hal ini gue jadi over, gue ngerasa takut
banget kehilangan, kadang chat ga dibales jadi berpikiran macam-macam, dia ga
ada kabar satu jam aja rasanya gelisah, tapi sikap gue yang takut kehilangan
ini malah bikin dia jadi sering BT sama gue, kalo udah kayak gini, gue yang
jadi ribut sendiri, gue pasti didiemin, ujung-ujungnya gue marah-marah, dan
kalo sudah dia yang marah, gue yang kalah, gue yang jadi serba bingung dan
kikuk. Maklum cowo pasti kalah aja sama cewek. Tapi dibalik marahnya gue ada
perasaan yang begitu dalam untuknya, ada perasaan takut kehilangan yang begitu
kuat. (Khusus buat kamu yang aku cintai, maaf aku sering marah-marah kalo lagi
emosi, semua karena aku takut kehilangan kamu, semua karna aku sayang sama
kamu).
Seperti yang gue bilang di atas,
gue sangat berharap banyak sama dia dan gue berharap dia adalah jodoh gue di
kemudian hari nanti. Tapi kadang gue takut dia suka sama cowok lain, gue takut
ada orang yang lebih bisa bikin dia nyaman, senang dan bahagia tanpa
sepengetahuan gue. Sebenarnya gue juga bakal ikhlas melepas dia jika ada orang
yang lebih baik, bikin nyaman, senang dan bikin dia bahagia, dengan catatan gue
harus tau yang sebenarnya, karena gue lebih senang keterbukaan. Buat gue jika
suatu saat gue gak pernah ditakdirkan berjodoh dengannya, lalu ada cowok lain
yang dia suka dan bisa lebih bikin dia bahagia (dan kondisinya masih pacaran
sama gue), gue tentu akan milih mundur, karena bagi gue mencintai wanita yang
mencintai lelaki lain bagaikan menggenggam sebuah belati dengan erat, semakin
wanita itu menarik diri dari genggaman kita, maka kita akan semakin terluka,
jadi jalan yang paling baik adalah membuka genggaman kita agar kita tak semakin
terlukka, relakan jika wanita yang kita cintai tak mencintai kita lagi, relakan
jika wanita yang kita cintai mencintai lelaki lain, karena tak mungkin kita
menjadi yang terbaik di hatinya jika dia masih menemukan cinta yang lebih baik.
Dalam cinta, harapan dan
prasangka adalah dua sisi yang akan selalu berdampingan, kadang kita berharap
orang yang bersama kita adalah jodoh kita, kadang juga kita berprasangka dengan
berubahnya sikap orang yang kita cintai, berprasangka bahwa orang yang kita
sayangi telah tak menyayangi kita lagi, dan juga masih banyak prasagka-prasangka
lainnya. Namun dibalik itu semua kita hanya mampu berusaha, dan berdoa
(dengan doa terbaik) tentang harapan kita sambil kita menunggu TAKDIR DARI
TUHAN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar