Cari Blog Ini

Rabu, 09 Agustus 2017

MENUNGGU TAKDIR TUHAN



Sembilan bulan telah gue lalui tanpa kejombloan yang 3 tahun lebih sebelumnya gue sandang. Gue ngerasa senang punya seseorang tempat berbagi, tempat mencurahkan perasaan gue seutuhnya, dialah Usih Aisyah, sosok seorang wanita anggun yang sangat gue cintai, dan sangat gue sayangi. 

Kehadirannya jelas bikin kehidupan gue menjadi berubah, ya berubah jadi power ranger, ehh bukan sepertinya ultraman, bukan-bukan sepertinya satria baja hitam. Ahh ngelantur,,, ya yang jelas hadirnya bikin hidup gue berubah, banyak hal lain yang bisa gue lakuin dengan kehadirannya di hidup gue. 

Yang tadinya gue jomblo jelas sekarang gue punya pacar, yaitu dia, yang tadinya gue sering berdoa minta hujan di malam minggu sekarang gue sering berdoa untuk kebahagiaan kami di setiap malam, yang tadinya gue sering nangis ngenang mantan di pojokan pas malam minggu, sekarang gue jadi sering nangis di malam hari setelah tahajud buat doain kebahagiaan dan kelanggengan hubungan kami (lebay banget ya??? Hahahhaha), yang tadinya suka mainin hape buka media social scrool tutup-scrool tutup doang  sekarang gue jadi sering main di media social bareng dia, yang tadinya hape gue sepi sekarang jadi sering bunyi, tiap hari gue lalui bareng chat atau telpon dari dia, kadang juga ketemu, yang jelas hadirnya dia membuat kehidupan gue jadi lebih istimewa, jadi lebih indah dan berwarna. Buat kamu makasih sudah selalu hadir dan memberikan cinta dalam hidup gue.

Kebahagiaan gue bareng dia bukan berarti tanpa rintangan, banyak rintangan yang harus di lalui. Kadang kita berantem sampai enggan untuk saling bicara, kadang kita berantem sampai si dia nangis tanpa suara, kadang kita berantem gara-gara salah paham, kadang kita cemburu buta hanya sebuah hal yang belum tentu jelas, kadang juga keluar kata pisah dari dia, tapi kita tetap selalu bisa kembali dan bertahan.  Yang jelas dibalik itu semua gue sayang banget sama si dia. 

Sembilan bulan bareng dia, gue jadi lebih bisa mengenal dia. Iya….. gue jadi lebih ngenal sifatnya, manjanya, amarahnya, dan banyak hal yang gue pahami dari dia. Kita jadi ga jaim kayak dulu, ga ada malu-malu diantara kami, jalan bareng gandengan tangan, makan bareng, becanda bareng atau kadang kentut bareng (maksudnya apa ini?? Kentut berjamaah gitu?? Ahahah, becanda)

Akhir-akhir ini gue sama dia jadi lebih deket, kita sering ketemu, bahkan gue dikenalin sama nyokap, bokap, dan keluarganya. Dan jujur gue berharap banyak sama dia, gue berharap dia adalah calon ibu dari anak-anak gue kelak (cie elah khayalan gue keluar, tapi ya semoga takdir Tuhan demikian, amin).

Dan Sembilan bulan bareng dia, bikin gue takut kehilangan cintanya (bagi gue lebih baik kehilangan ingatan daripada harus kehilangan dia), maklum rasa sayang gue udah dalam banget sama dia (sedalam silet,, eh maksudnya sedalam apa gitu??? Pokoknya sedalam apa aja,  yang penting bisa gambarin dalamnya perasaan ke dia), tapi gara-gara hal ini gue jadi over, gue ngerasa takut banget kehilangan, kadang chat ga dibales jadi berpikiran macam-macam, dia ga ada kabar satu jam aja rasanya gelisah, tapi sikap gue yang takut kehilangan ini malah bikin dia jadi sering BT sama gue, kalo udah kayak gini, gue yang jadi ribut sendiri, gue pasti didiemin, ujung-ujungnya gue marah-marah, dan kalo sudah dia yang marah, gue yang kalah, gue yang jadi serba bingung dan kikuk. Maklum cowo pasti kalah aja sama cewek. Tapi dibalik marahnya gue ada perasaan yang begitu dalam untuknya, ada perasaan takut kehilangan yang begitu kuat. (Khusus buat kamu yang aku cintai, maaf aku sering marah-marah kalo lagi emosi, semua karena aku takut kehilangan kamu, semua karna aku sayang sama kamu).

Seperti yang gue bilang di atas, gue sangat berharap banyak sama dia dan gue berharap dia adalah jodoh gue di kemudian hari nanti. Tapi kadang gue takut dia suka sama cowok lain, gue takut ada orang yang lebih bisa bikin dia nyaman, senang dan bahagia tanpa sepengetahuan gue. Sebenarnya gue juga bakal ikhlas melepas dia jika ada orang yang lebih baik, bikin nyaman, senang dan bikin dia bahagia, dengan catatan gue harus tau yang sebenarnya, karena gue lebih senang keterbukaan. Buat gue jika suatu saat gue gak pernah ditakdirkan berjodoh dengannya, lalu ada cowok lain yang dia suka dan bisa lebih bikin dia bahagia (dan kondisinya masih pacaran sama gue), gue tentu akan milih mundur, karena bagi gue mencintai wanita yang mencintai lelaki lain bagaikan menggenggam sebuah belati dengan erat, semakin wanita itu menarik diri dari genggaman kita, maka kita akan semakin terluka, jadi jalan yang paling baik adalah membuka genggaman kita agar kita tak semakin terlukka, relakan jika wanita yang kita cintai tak mencintai kita lagi, relakan jika wanita yang kita cintai mencintai lelaki lain, karena tak mungkin kita menjadi yang terbaik di hatinya jika dia masih menemukan cinta yang lebih baik. 

Dalam cinta, harapan dan prasangka adalah dua sisi yang akan selalu berdampingan, kadang kita berharap orang yang bersama kita adalah jodoh kita, kadang juga kita berprasangka dengan berubahnya sikap orang yang kita cintai, berprasangka bahwa orang yang kita sayangi telah tak menyayangi kita lagi,  dan juga masih banyak prasagka-prasangka lainnya. Namun dibalik itu semua kita hanya mampu berusaha, dan berdoa (dengan doa terbaik) tentang harapan kita sambil kita menunggu TAKDIR DARI TUHAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar